Sebelumnya saya telah katakan bahwa Manokwari adalah daerah tujuan wisata yang baik di tanah Papua. Mengapa demikian? Apa saja yang bisa dijumpai oleh para wisatawan ketika mengunjungi daerah ini? Tentu saja pernyataan saya memiliki alasan yang baik sehingga saya berani mempromosikan Manokwari di website ini. Okay, pada beberapa paragraf berikut, saya akan menjelaskan beberapa daya tarik wisata di Manokwari yang terbagi dalam tiga wilayah utama yakni hutan dan pegunungan, kota dan masyarakatnya, serta pantai dan terumbu karang. Masing-masing wilayah wisata itu akan saya jelaskan sebagai berikut:

Hutan dan Pegunungan

Di kaki Gunung Meja Manokwari ada sebuah penginapan murah. Namanya Penginapan Kagum. Wisatawan asing suka menginap di situ karena disamping nyaman dan terjangkau harganya, penginapan ini dekat dengan lokasi hutan yang ingin mereka kunjungi. Hutan hujan tropis memegang peranan penting bagi kehidupan masyarakat Papua. Hutan adalah lokasi untuk sumber makanan, kayu dan inspirasi seni. Di samping itu hutan berguna untuk menyerap CO2 yang dihasilkan oleh berbagai aktivitas masyarakat dunia.

Pohon-pohon tinggi di hutan Gunung Meja yang terletak di dekat kota telah lama menjadi rumah bagi burung-burung langka endemik Papua seperti Kakaktua Putih, Kakaktua Raja, Taun-taun. Bermacam-macam anggrek hidup pula di pepohonan yang hijau tersebut. Hutan di daerah pantai masih banyak didiami oleh satwa liar seperti soa-soa, ular, kuskus dan bermacam-macam burung kecil lainnya. Tanaman-tanaman tropis baik yang memiliki khasiat sebagai obat ataupun yang menghasilkan buah-buahan banyak kita jumpai di hutan tersebut. Buah-buah ini merupakan sumber makanan utama bagi berbagai jenis binatang liar yang hidup di dalam hutan tropis Papua. Ketika kita berjalan menyusuri belantara hutan Gunung Meja, terutama di musim hujan, akan mudah sekali kita menjumpai jamur yang memiliki bentuk yang indah dan menawan. Bunga-bunga hutan merupakan penghias alam yang menyediakan nektar bagi kupu-kupu dan burung-burung kecil. Kali-kali kecil yang menuju ke laut adalah tempat hidupnya ikan, kepiting yang bentuknya unik. Perjalanan sepanjang lereng Gunung Meja merupakan sebuah pengalaman yang mengejutkan karena di beberapa tempat, masih nampak sisa-sisa terumbu karang purba yang hidup di daerah itu ribuan atau jutaan tahun yang lalu. Karena tekanan tektonik lapisan bumi maka tempat yang dulunya adalah dasar laut terangkat jauh dari permukaan laut hingga ratusan meter lalu membentuk Gunung Meja. Burung Kakaktua Putih sedang terbang di antara pepohonan hutan tropis Manokwari Papua

Oleh karena itu, hutan gunung meja yang kaya akan spesies tumbuhan, serangga maupun hewan tidak hanya menjadi tempat yang ideal bagi pariwisata yang berorientasi lingkungan tetapi juga bagi tujuan-tujuan pendidikan. Ada beberapa tempat di kawasan ini yang memiliki gua alam. Gua-gua tersebut berada di daerah yang terpencil sehingga sangat sedikit sekali orang yang mengetahui tentang keberadaannya. Di dalam sana, kita bisa menjumpai kelelawar-kelelawar kecil, kadal dan serangga kecil.

Kota Manokwari dan Masyarakatnya

Manokwari memanjang sesuai alur Teluk Dorey – tempat yang dijadikan oleh seorang peneliti alam Alfred Russel Wallace sebagai wilayah penelitian di tahun 1858. Kota yang dulu hanya berupa perkampungan kecil, kini telah berubah menjadi sebuah ibu kota Provinsi dengan perkembangan pembangunan yang pesat sekali. Di sini,  para wisatawan bisa bertemu dengan seniman-seniman yang memiliki talenta yang tinggi. Mereka menenun kain secara manual, membuat ukir-ukiran yang terbuat dari kayu, melukis pemandangan dan beraneka ragam satwa maupun tanaman Papua, serta menyuguhkan tari-tarian bergaya Pasifik yang indah dan menawan. Lagu-lagu tradisional Papua diputar oleh para sopir taksi, stasiun radio FM yang CDnya bisa dibeli di toko-toko kaset atau pasar. Pasar tradisional di Kota Manokwari ada dua buah yakni Pasar Sanggeng dan Pasar Wosi. Di sini wisatawan bisa menikmati bermacam-macam buah yang diproduksi oleh petani-petani lokal. Terkadang binatang-binatang buruan seperti babi hutan, tikus tanah, dan daging rusa dijual oleh penduduk asli. Tempat para nelayan menjual ikan terletak beberapa puluh meter dari pasar induk. Di Malam hari, warung makan di pinggir jalan dan restoran menyediakan bermacam-macam makanan dari yang bergaya Papua hingga yang bercita rasa Jawa, Minahasa maupun Mandarin. Seafood tersedia di hampir semua restoran yang ada di kota ini.

Wisatawan-wisatawan Russia sedang berbelanja suvenir di rumah seorang seniman Papua Mrs. Fonataba di kota Manokwari

Pantai, Pulau dan Terumbu Karang

Masyarakat kota Manokwari suka sekali berenang di Pantai Pasir Putih setiap hari Minggu atau hari-hari libur lainnya. Perjalanan ke pantai itu lamanya kurang lebih sepuluh menit dari kota. Di samping pantai pasir putih, ada juga pantai Amban yang menghadap lautan pasifik. Deburan ombak begitu kuat terdengar hingga kawasan hutan gunung meja. Di tengah-tengah Teluk Dorey terdapat tiga buah pulau, Mansinam, Lemon dan Raimuti. Pada tanggal 5 Februari 1855, dua orang Eropa mendarat di Pulau Mansinam untuk menyebarkan injil kepada penduduk asli Papua. Untuk menghormati kedua penginjil itu, sebuah monumen salib besar dibangun di sana. Teluk Dorey adalah kawasan penyelaman terumbu karang dan bangkai kapal yang sangat terkenal di Indonesia bahkan di dunia. Beberapa bangkai kapal besar dan kecil berbaring di dasar laut sekitar Pulau Mansinam dan Pulau Lemon serta Pantai Pasir Putih. oleh Charles Roring

Wisata Alam Manokwari

PEGUNUNGAN ARFAK
Suatu kawasan cagar alam yang dilindungi, bagi setiap pengunjung yang datang ke pegunungan Arfak benar-benar merasa puas, karena dapat menikmati panorama alamnya yang indah sejuk seperti hutan. Lembah , sungai. Perkampungan tradisional dan kehidupan masyarakat yang masih seperti zaman batu, yang paling menarik disini adalah terdapat sekoitar 320 jenis burung, 110 jenis mamalia dan 323 jenis kupu-kupu.

PANTAI PASIR PUTIH


Terletak sekitar 5 km dari pusat Kota Manokwari dapat dicapai dengan kendaraan roda empat dan roda dua dengan waktu 15 menit Pantai ini sangat nyaman untuk rekreasi berenang, jemur panas, pasirnya putih dan berombak kecil.

PANTAI AMBAN
Terletak 4 km dari Kota Manokwari dapat dicapai dengan kendaraan roda empat dan roda dua. Pantai Amban pasirnya berwarna hitam dengan deburan ombak yang menawan jika Anda ingin menyaksikan keindahan terbitannya matahari di ufuk tumur, Anda datang melihatnya disini.CENDERAMATA

Hasil-hasil Kerajinan rakyat seperti Lukisan, ukiran, Anyaman yang merupakan cenderamata dapat dibeli pada beberapa toko cenderamata dan sanggar Kerajinan rakyat di Kota Manokwari.

DANAU ANGGI
Danau Anggi luasnya 2.000 ha artinya sangat jernih. Terletak di Kecmatan Anggi, kira-kira 30 menit dari Kota Manokawri dengan pesawat udara jenis Cessna dan Twin Otter.

TAMAN LAUT
Kawasan ini memiliki pulau-pulau yang panorama alamnya sangat indah dan tenang di pulau-pulau in ada masyarakat nelayan dengan perkampungan tradisional. Di beberapa pulau ini terdapat hamparan terumbu karang dengan jenis-jenis biota lautnya dari cocok untuk kegiatan selam.

CAGAR ALAM PEGUNUNGAN WONDIWOY
Cagar alam ini memiliki 147 species burung dan berbagai jenis glora dan fauna lainnya. Terletak di sepanjang Jaziriah Wasior 142.173,94 km dengan luas 73.022 ha. Dari cagar alam ini dapat dinikmati panorama alam Teluk Wandamen dan Teluk Cenderawasih yang sangat indah. Dapat dicapai dengan pesawat udara jenis Cessna dan Twin Otter waktu tempuh ± 20 menit dari kota Manokwari. Bentuknya unik dibangun di atas tiang-tiang penyangga yang sangat banyak sehingga dinamakan rumah seribu kaki. Dindingnya terbuat dari kulit kayu sedangkan atapnya dari daun pandan penghuninya terdiri dari 4 sampai 5 keluarga (25-30 orang). Rumah-rumah tradisional Suku Arfak ini di pedalaman Manokwari, Kecamatan Kebar, Anggi dan Merday.

HUTAN WISATA GUNUNG MEJA
Dari kejauhan gunung ini membentuk seperti meja terletak kira0kira 2 km dari Kota Manokwari dapat dicapai dengan kendaraan roda empat dan roda dua. Areal gunung meja merupakan Hutan yang sangat ideal untuk olahraga hiking, piknik keluarga serta penelitian. Di kawasan hutan wisata ini dibangun Tugu Jepang yang merupakan monumen peringatan Pendaratan tentara Jepang divisi 221 dan 222 di Manokwari pada waktu Perang Dunia II dari lokasi ini dapat menikmati pemandangan Kota Manokwari.

TUGU DI PULAU MANSINAM
Pulau Mansinam terletak di teluk Doreri merupakan salah satu obyek wisata sejarah, karena di tempat inilah dibangun sebuah monumen untuk memperingati pertama kali masuknya Injil di Papua oleh dua Misionaris berkebangsaan Jerman bernama Ottow dan Geisler pada tanggal 5 Februari 1855. Ditempat ini juga terdapat sebuah sumur tua dari dua Misionaris tersebut.

Pulau ini didukung oleh keindahan taman laut dengan pantainya berpasir putih mengandung banyak wisatawan berkunjung ke tempat ini. setiap tahun tepatnya tanggal 5 Februari umat Kristiani di Provinsi Papua menyelenggarakan Wisata Rohani di pulau ini untuk memperingati hari masuknya Injil.

TARIAN TRADISIONAL
Di Manokawri terdapat berbagai jenis tarian dan upacara-upacara adat dari suku-suku yang ada baik suku-suku di pedalaman dan pesisir pantai selalu ditampilkan pada acara-acara seperti penyambutan kelahiran anak, peminangan, upacara pernikahan.
Upacara pengangkatan dan penobatan kpeala suku dan juga pada festifal dan hiburan umum..

CENDERAMATA
Hasil-hasil Kerajinan rakyat seperti Lukisan, ukiran, Anyaman yang merupakan cenderamata dapat dibeli pada beberapa toko cenderamata dan sanggar Kerajinan rakyat di Kota Manokwari.

About these ads