Beragam Informasi Menarik Seputar Natal…

Warga Inggris Berharap Hadiah Natal dalam Bentuk Uang…

Warga Inggris tampaknya masih berada dalam kondisi kesulitan ekonomi. Ini terlihat dari survei yang dilakukan situs diskon MyVoucherCodes atas warga Inggris.

Disimpulkan bahwa banyak warga Inggris yang berharap mendapat hadiah Natal berupa uang, ketimbang barang seiring dengan anggaran keuangan yang semakin sulit pada akhir tahun. Situs ini menanyai 1.508 orang Inggris selama bulan Desember.

Hampir dua per tiga orang Inggris, atau sekitar 59 persen, berharap menerima uang sebagai hadiah Natal. Dari jumlah itu, sebanyak 51 persen menyatakan, uang tunai berfungsi membantu situasi keuangan mereka. Hanya 13 persen yang menyatakan, uang akan digunakan untuk membeli barang yang diinginkan.

Sebanyak 4 persen responden menyatakan, akan merasa kecewa jika menerima kartu Natal yang tidak berisikan uang dari keluarga dekatnya.

Satu dari 10 orang mengakui bahwa mereka akan mengembalikan hadiah yang diterima di masa lalu, di mana 48 persen berharap mengembalikan hadiah akan mendapatkan uang mereka kembali dan hanya persen mengatakan, pengembalian dilakukan karena tidak suka hadiahnya.

Hampir setengah dari orang yang disurvei mengalami kondisi keuangan sulit selama masa libur Natal, sementara 32 persen meyakini mereka akan berhutang pada akhirnya untuk membiayai masa Natal.

Sekitar 42% dari orang yang disurvei mengatakan, mereka selalu mengeluarkan uang berlebihan saat Natal, tetapi hanya 22% yang mengatakan mereka mulai berbelanja di awal musim agar bisa menekan biaya.

Pakar keuangan MyVoucherCodes, Farhad Farhadi mengatakan, “Karena semua responden yang kami ajak bicara berusia lebih dari 21 tahun, hal yang mengejutkan bahwa mereka lebih senang menerima uang dalam kartu Natal. Itu biasanya terjadi pada remaja. Tapi menemukan bahwa banyak orang lebih memilih uang karena alasan keuangan, semuanya tampak masuk akal.”

Ethopia Rayakan Natal Setiap Tanggal 7 Januari…

NATAL di Ethiopia dikenal dengan Hari Raya Ganna dan dirayakan setiap 7 Januari. Perayaan ini berlangsung di gereja-gereja kuno dan juga di gereja-gereja modern yang dirancang dalam tiga lingkaran konsentris.

Laki-laki duduk terpisah dari perempuan. Sementara paduan suara bernyanyi dari lingkaran luar.

Orang-orang menerima lilin saat mereka memasuki gereja. Setelah menyalakan lilin, semua orang berjalan mengelilingi gereja tiga kali, kemudian berdiri, yang bisa berlangsung hingga tiga jam.

Makanan yang disajikan saat Natal biasanya adalah injera, sejenis roti. Injera disajikan lengkap dengam piring dan garpunya. Ada juga Doro Wat, sup ayam pedas yang disajikan sebagai makanan utama.

Sepotong injera digunakan untuk menyantap Doro Wat. Sedangkan Doro Wat disajikan di dalam keranjang yang sudah dihias.

Anak-anak biasanya menerima hadiah yang sangat sederhana, seperti pakaian.

Seperti dicatat di santas.net, Di Ethiopia hari Natal diperingati pada Januari 7, sehingga pada Malam Natal kota ini penuh sesak dengan peziarah dari seluruh penjuru negara. Mereka tetap di luar rumah sepanjang malam, berdoa dan bernyanyi.

Di pagi hari, sebuah prosesi penuh warna dige;ar menuju jalan ke puncak bukit terdekat, di mana ibadah Natal diadakan.

Tiga orang muda berjalan di barisan terdepan, mereka memastikan orang-orang berdiri di barisannya. Mereka pun disajikan roti dan anggur yang telah diberkati oleh para imam. Setelah ibadah, semua orang menari-nari dan berpesta.

Pohon Natal Tertua Di Dunia

KELUARGA Kristen di Inggris memiliki tradisi memasang pohon Natal menjelang hari Natal. Tapi buat keluarga Parker, ritual ini dilakukan lebih lama dari yang lain karena mereka masih menggunakan pohon yang pertama kali dibeli pada 1886.

Lengkap dengan pernak-pernik asli dan perada kertas perak, pohon setinggi 14 inci berumur 124 tahun ini telah dikonfirmasi sebagai pohon Natal imitasi tertua di dunia.

Pohon ini pertama kali dikonfirmasi rumah lelang Christie’s di London dan kemudian Guinness Book of Records menegaskan bahwa ornamen itu merupakan pohon Natal imitasi tertua di dunia.

Seperti dilansir reuters, Rabu (8/12/2010), sang pemilik, Paul Parker (45) menerima ornamen halus ini setelah ibunya, Janet, meninggal dunia pada 2008 dalam usia 69 tahun. Paul merupakan generasi ketiga yang menikmati pohon ini.

Menampilkan pohon untuk pertama kalinya sejak kematian ibunya, Parker sangat senang tercatat dalam tradisi keluarga.

Pohon ini pertama kali dibeli nenek dari bibi Parker, Lou pada 1886. Lou mewariskan pohon itu ke cucu perempuan favoritnya, Janet kecil pada 1940-an.

Setiap tahun, Janet mengambil pohon itu dari kotak aslinya dan Paul bersumpah akan melanjutkan tradisi ini.

Pohon ini terbuat dari rafia hijau, dengan dasarnya bergambarkan ikon Natal tradisional, yaitu Maria dan bayi Yesus.

Saat dibeli pada masa pertengahan Victoria, harga pohon itu hanya enam pence. Tapi pada 2005, oleh ahli dari Antiques Road Show pohon itu ditaksir bernilai Rp 14 jutaan.

“Tapi menilai pohon ini dengan harga sangat konyol. Sebagai pohon Natal tertua dalam sejarah, ia tidak memiliki teman sebaya. Tidak ada yang bisa dibandingkan dengannya,” tutup Parker.

Tak Ada Cemara, Orang Afrika Pakai Pohon Sawit

DI KONGO, persiapan menjelang Natal diawali ketika beberapa kelompok ditunjuk untuk menyiapkan kontes tahunan Natal.

Hari Natal diawali dengan kelompok carolers berjalan ke sana ke mari di sepanjang jalan di desa, melalui rumah-rumah para misionaris, sambil menyanyikan lagu-lagu Natal.

Mereka kembali ke rumah untuk membuat persiapan akhir untuk memakai pakaian dan melakukan ibadah Natal.

Bagian yang paling penting dari pelayanan ibadah Natal mereka adalah persembahan cinta, yang merupakan karunia untuk menghormati Yesus. Kemudian pada pukul 20.00 atau 21.00, semua orang merayakan kelahiran Yesus dengan menghadiri kebaktian.

Setiap orang yang menghadiri kebaktian maju untuk meletakkan hadiah mereka di atas panggung, di dekat meja Komuni. Tidak satu orang pun yang hadir di kebaktian tanpa membawa hadiah.

Lalu setelah kebaktian, semua orang makan malam, menyiapkan meja di depan rumah mereka dan mengundang banyak teman untuk berbagi.

Sementara di Afrika Selatan, Natal adalah hari libur musim panas. Pada bulan Desember, matahari musim panas menggoda masyarakat untuk pergi ke pantai, sungai, dan lereng gunung. Saat ini juga, musim liburan mencapai puncaknya.

Di kota-kota, carolers berputar pada malam Natal. Kebaktian Natal diadakan pada pagi hari. Rumah dihiasi dengan cabang pohon pinus, dan semua memiliki pohon cemara Natal, dengan hadiah untuk anak-anak di bawah pohon. Saat tidur pada malam Natal, anak-anak menggantung kaus kaki mereka untuk mendapatkan hadiah dari Santa Claus.

Banyak orang Afrika Selatan makan malam Natal di tempat terbuka. Itu adalah makan malam tradisional lengkap dengan kalkun, daging sapi panggang, pai, babi, nasi kuning dengan kismis, sayuran, puding plum, kerupuk, topi kertas, dan yang lainnya.
Pada sore hari, keluarga pergi ke desa dan biasanya ada permainan atau mandi sinar matahari, dan kembali ke rumah pada malam yang dingin.

Boxing Day, yang juga hari libur nasional, biasanya dihabiskan di ruangan terbuka. Boxing Day jatuh pada 26 Desember.

Di Ghana, daerah pantai barat Afrika, orang menyambut datangnya Natal dengan menghias gereja dan rumah-rumah pada minggu pertama Adven. Ini bertepatan dengan panen cokelat, sehingga mendapatkan banyak penghasilan. Pada hari ini juga, semua orang pulang ke rumah setelah bekerja sebagai petani atau penambang.

Pada malam Natal, anak-anak berbaris turun ke jalan menyanyikan lagu Natal dan berteriak “Kristus akan datang, Kristus akan datang! Dia sudah dekat!” dalam bahasa mereka.

Orang-orang pun berdatangan ke gereja-gereja yang telah dihiasi pohon Natal atau pohon kelapa dengan lilin.

Pada Hari Natal, anak-anak dan orang tua, pergi dari rumah ke rumah sambil bernyanyi. Setelah kebaktian di gereja, diadakan pesta beras dan ubi disebut fufu, yang dimasak dengan direbus, bubur sup, dan daging. Keluarga makan bersama atau dengan tetangga dekat, dan saling memberikan hadiah.

Di Pantai barat Afrika, Liberia, kebanyakan rumah memiliki pohon kelapa sawit yang dihiasi dengan lonceng, sebagai pohon Natal. Pada hari Natal, orang dibangunkan dengan nyanyian. Hadiah seperti kain, sabun, permen, pensil, dan buku saling ditukar.
Juga di pagi hari, kebaktian di gereja diadakan di mana kisah Natal dipentaskan dan lagu Natal dinyanyikan. Makan malam dilakukan di luar ruangan, di mana setiap orang duduk dalam bentuk lingkaran untuk berbagi beras, daging, dan biskuit. Permainan dimainkan pada siang hari, dan malamnya kembang api pu dibakar.

santas.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s