Mau Lanjut atau Putus Cinta?…

Detail Berita
(Foto: gettyimages)

MUNGKIN Anda pernah terjebak dalam situasi yang mengharuskan Anda untuk memilih, mau meneruskan atau memutuskan hubungan. Kalau sekarang Anda sedang mengalaminya, ada masukan yang bisa Anda ambil.

Hal apa yang menurut Anda paling penting dalam hidup? Apakah kesehatan, uang, cinta, seks, atau lainnya? Apa yang Anda anggap paling penting dalam hidup tentu tak ternilai harganya, dan tidak dapat dibeli. Tidak peduli apapun yang Anda miliki, tanpa hal terpenting dalam hidup, Anda tidak bisa benar-benar menikmati apa yang Anda miliki.

Pikirkan tentang hal ini; Anda dapat memiliki kesehatan dan kekayaan, tetapi jika Anda terus-menerus cemas atau khawatir karena punya masalah dengan pasangan, Anda tidak akan menikmati apa yang Anda miliki.

Jika Anda tidak puas dalam hubungan dan tidak yakin apa yang harus dilakukan, tanyakan pada diri sendiri; Apakah saya bahagia dengan dia daripada saya tanpanya? Alasan utama untuk memiliki siapapun dalam hidup Anda—teman atau kekasih—adalah karena hidup Anda menjadi lebih baik dengan kehadirannya.

Tentu saja, tidak ada hubungan yang sempurna seratus persen. Jadi Anda harus bertanya pada diri sendiri; saat bersamanya, berapa persen waktu Anda merasa bahagia dan berapa persen waktu Anda merasa sedih?

Apakah Anda merasa damai selama menjalin cinta dengannya? Atau apakah Anda terus-menerus khawatir si dia akan menipu, berbohong, atau menyakiti Anda? Jika demikian, mengapa Anda tetap bersamanya?

“Mudah-mudahan, Anda tidak terus berasumsi keliru bahwa dia akan berubah. Itu seperti membawa pulang harimau dan berharap harimau itu akan menjinak seperti kucing rumah,” kata Lucia, pakar kencan dan hubungan, seperti dilansir Yourtango.

Anda merasa sudah sering obrolan untuk membahas hal-hal yang mengganggu hubungan, tapi sikap buruknya masih belum berubah. Jika ia mencintai Anda, Anda akan bisa melihat usahanya berubah demi kelanggengan hubungan. Sebaliknya, dia akan tidak peduli jika memang tidak mencintai Anda.

Sekali, luangkan waktu untuk menenangkan pikiran supaya Anda bisa menikmati hal-hal yang tampaknya kecil tapi membuat hidup terasa lebih hidup. Bagaimana Anda bisa melihat keindahan hidup jika pikiran terus-menerus kacau? Biarkan drama hanya ada di panggung teater, tapi tidak di dalam hidup Anda.

Bersama orang yang tepat menjadi surga Anda di bumi. Tapi bersama orang yang salah akan menjadi neraka Anda di bumi.

“Dalai Lama pernah berkata, kita pertama-tama harus membuat damai dalam diri jika kita ingin membuat damai di dunia. Dalam kedamaian pikiran, Anda berkontribusi pada dunia dengan membuat sebuah tempat yang lebih damai, dan tak ternilai harganya,” kata Lucia mengutip filosofi Dalai Lama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s