Ada murid bertanya pada Guru, bagaimana cara melepaskan belenggu dalam hati?

Guru: “Siapa yang membelenggumu?”

Murid: “Aku sendiri. Tetapi mengapa aku tak berhasil melepaskan diriku?”

Guru: “Salah siapa kalau begitu?”

Sang Guru : “Tidak ada yang dapat membuatmu menderita kecuali dirimu sendiri….”

Selalu tanpa kita sadari, kita terus mengikat diri kita. Kita ingin bahagia tapi tak mau berhenti bersedih. Ingin melupakan derita tapi pikiran terus mengingat. Ingin memaafkan tapi hati terus membenci. Ingin melepas beban tapi tangan terus mencengkram. Ingin bebas leluasa tapi tak mau membuka ikatan.

Sang Guru bertanya pada muridnya:
“Siapakah yang dapat melepaskan kalung lonceng yang terikat di leher harimau?”

Semua murid diam, bingung tak tahu jawabannya. Kebetulan sahabat sang Guru lewat, sembari menjawab: “Dia yang telah mengikatkan kalung lonceng yang tahu melepaskannya.”

Hanya kitalah yang dapat melepaskan ikatan, sebab kitalah yang telah mengikat diri kita. Tetapi mengapa selalu tidak bisa?

Bukan tidak bisa tapi kita yang tak mau;
Bukan tak bisa bahagia tapi hati tak mau bahagia. Bukan tak bisa senyum tapi hati tak mau senyum. Bukan tak bisa melupakan tapi hati tak mau melupakan
Bukan tak bisa berubah tapi hati tak mau berubah.

Tak ada yang dapat membuka belenggu hati sampai kita mau membukanya sendiri…

Iklan