Yang Seharusnya Diketahui Sebelum Menikah…


Kehidupan pernikahan yang sudah dibayangkan, ternyata tak seindah kenyataannya. Hal tersebut dirasakan beberapa orang, mungkin termasuk Anda. Untuk yang akan menikah, berikut ini lima hal yang perlu diketahui agar tak menyesal kemudian, seperti dilansir Family Time.

1. Anda dan pasangan adalah orang-orang egois
Mungkin sulit bagi Anda menerima kenyataan di poin nomer satu, namun itulah yang terjadi. Saat sudah menikah, Anda akan terkaget-kaget betapa sebenarnya si dia bisa berubah egois atau sebaliknya. Lebih baik tunjukkan sifat egois yang kadang muncul itu sejak sebelum menikah dan komunikasikan dengan pasangan bagaimana mengatasi hal tersebut.

2. Tidak semuanya tentang Anda
Pernikahan bukan hanya untuk kebahagaiaan Anda. Bukan juga hanya karena kebutuhan Anda terpenuhi. Menikah adalah bagaimana Anda dan pasangan melayani satu sama lain. Menikah adalah bagaimana Anda dan si dia menjadi sebuah keluarga. Ketika memutuskan menjadi sepasang suami-istri, Anda dan pasangan berkomitmen untuk terus saling mencintai dan menyayangi dalam suka maupun duka. Terdengar klise, tapi memang begitulah adanya. Menerima keburukan dan kelebihan pasangan begitu juga sebaliknya. Harus ada kerjasama dan komunikasi yang baik untuk mewujudkan sebuah pernikahan bahagia.

3. Orang yang paling Anda cintai bisa jadi orang yang paling membuat sakit hati
Poin ketiga ini adalah risiko yang harus Anda terima saat sudah menikah. Tersakiti di sini bukan berarti Anda menerima saat dia melakukan KDRT. Maksud poin ketiga adalah, ketika seseorang yang Anda cintai melakukan sesuatu yang membuat Anda sedih, tentu hal itu membuat Anda sakit hati dan merana.

Jika hal itu terjadi, bukan berarti Anda tidak cocok dengannya. Komunikasikan dulu dan carilah solusi dari masalah yang terjadi.

4. Anda tidak bisa melakukannya sendiri
Sebuah pernikahan, tidak bisa dipertahankan sendiri. Harus ada kerjasama dengan pasangan untuk membuat pernikahan itu berhasil. Jika ternyata hanya satu orang saja yang berusaha, bersiaplah menghadapi keretakan rumah tangga.

5. Jangan berhenti menikmati kebersamaan berdua
Ketika belum menikah, Anda rutin pergi berduaan saja dengan pasangan. Saat sudah menjadi pasangan suami-istri, kebiasaan itu jarang dilakukan atau bahkan tidak ada sama sekali.

Tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk melakukan poin kelima ini. Anda bisa melakukannya kapan saja dan di mana saja, seperti makan bersama, nonton film favorit, atau menikmati obrolan yang jadi rahasia Anda dan si dia. Nikmati semua hal kecil yang ada dalam hidup bersama si dia.

 

<<TIGA PERTANYAAN SEBELUM MENIKAH>>
Rasanya tak ada salahnya Anda mengajukan tiga pertanyaan berikut pada diri sendiri sebelum memutuskan naik pelaminan.

Pertama: Apakah Anda berdua saling cocok?
Di dalam sebuah perkawinan, definisi kecocokan agak sedikit berbeda dan artinya lebih dari hanya memiliki kesamaan hobi, gemar makanan yang sama, film dan musik yang sama, dan seterusnya. Cocok di dalam sebuah perkawinan adalah memiliki kemampuan beradaptasi untuk berubah.

Kedua: Apakah Anda berdua saling percaya?
Perkawinan tanpa rasa saling percaya bisa ditebak merupakan perkawinan yang akan berakhir dengan perceraian. Memiliki kepercayaan dari pasangan merupakan suatu keharusan di dalam suatu hubungan. Bila ada keragu-raguan satu dan lainnya, berarti tidak ada rasa percaya.

Ketiga: Adakah komunikasi?
Tidak adanya komunikasi dapat menghancurkan suatu hubungan. Orang yang menikah perlu berkomunikasi setiap saat. Berbicara hanya pada saat genting atau tidak berbicara sama sekali hanya menyakiti hubungan tadi. Tidak adanya komunikasi juga membawa pernikahan pada perceraian.

Nah, bila Anda dan pasangan dapat menjawab ketiga pertanyaan di atas secara jujur dan saling memberikan jawaban yang memuaskan satu sama lain, mungkin perkawinan merupakan ide yang baik bagi Anda berdua. Memiliki kecocokan, saling percaya, dan komunikasi di dalam suatu hubungan akan membangun fondasi yang kuat dari hubungan yang diperlukan untuk sebuah perkawinan. Perkawinan di antara dua manusia harus berlangsung hanya bila memiliki ketiga faktor di atas.

PIKIR KEMBALI JIKA…
Rasanya bukan merupakan ide yang baik bila Anda menikah untuk alasan yang salah. Alasan untuk tidak menikah termasuk menikah karena cinta pada pandangan pertama, ketertarikan secara seksual, mengatasi rasa kesepian, sebagai sikap berontak, karena keharusan, tekanan, kehamilan, dan untuk alasan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s