Tiga Alasan Terlalu Cepat Jalin Hubungan Baru…

Ada banyak alasan mengapa seseorang memutuskan untuk segera menjalin hubungan dengan orang baru setelah perpisahan. Seringkali, rasa tertarik atau memiliki hal-hal yang sama dengan pasangan membuat kita lantas mengikat hubungan dengan orang baru meski mengenalnya dalam waktu singkat.

Namun, potensi konflik makin tinggi bila pasangan mengetahui alasan Anda sebenarnya. Sebagian besar orang yang menjalin hubungan dalam waktu cepat adalah mengharapkan pasangan dapat memenuhi kebutuhan mereka dan menyembuhkan luka emosional.

Berikut tiga alasan mengapa kita menjalin hubungan yang terlalu cepat, seperti dikutip dari Yourtango.

1. Mempertahankan diri
Kita sering ingin tahu bagaimana tetap memiliki kekuatan dan mandiri, meski sedang dalam sebuah hubungan. Umumnya, saat wanita berada dalam hubungan, mereka akan menarik dari dari kehidupan sosial, seperti teman-teman.

Sehingga, sebagian wanita masuk ke dalam hubungan dalam waktu cepat untuk belajar apakah mereka bisa mempertahankan harga diri dan kehidupan mereka saat berada dalam hubungan.

2. Pengabaian dan kepercayaan
Kedua hal ini berjalan beriringan. Saat ditinggalkan kekasih, Anda merasa tidak akan dapat lagi memercayai seseorang. Sebenarnya, perasaan ditinggalkan bisa dikurangi dengan cara sederhana seperti menangis. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana mengatasi perasaan ditinggalkan agar kembali dapat memercayai orang lain.

3. Ingin merasa dicintai
Alasan ini yang paling sering digunakan saat seseorang memasuki sebuah hubungan. Dan, setiap orang berjuang untuk merasa layak dicintai dalam beberapa titik dalam kehidupan mereka.

Belajar untuk merasa bahwa Anda seorang yang berharga dan mencintai diri sendiri jauh lebih penting sebelum Anda merasa layak mendapatkan cinta dari orang lain. Terlepas dari apa yang pernah terjadi, apa yang telah Anda lakukan atau alami di masa lalu, Anda adalah seorang manusia yang berharga dan pantas menerima cinta.

Sehingga, di lain waktu jika Anda merasa memilih pasangan yang salah, pikirkan lagi. Perhatikan baik-baik dinamika hubungan kalian dan tanyakan pada diri sendiri apa artinya. Terkadang, dibutuhkan konsultasi dengan orang yang dapat dipercaya atau terapis untuk memberi penilaian secara objektif.  (umi)

• VIVAnews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s