Syarat Mutlak Desa/Kelurahan Yang Akan Mengikuti Lomba Desa & Kelurahan Tahun 2017

13920892_1165166576839184_8300994374207246712_n.jpgArtikel ini mungkin tidak terlalu penting bagi desa atau kelurahan yang tidak terlalu peduli dengan kegiatan Lomba Desa/Kelurahan baik tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Regional tahun 2017.
berhubung admin pernah terlibat langsung dalam “Kegiatan” ini hingga Desa kami Desa Kanonang Dua menjadi Juara 1 Lomba Desa Tingkat Nasional Regional III Wilayah Kalimantan – Sulawesi maka sudah sepantasnyalah saya berbagi pengalaman disini…
Untuk Pendahuluan rekan2 wajib baca artikel dibawah ini :
Lomba Desa dan Kelurahan, merupakan salah satu agenda tahunan Pemerintah Indonesia yang melekat pada tupoksi Kementerian Dalam Negeri. Direktorat Jenderal Bina Pemdes sebagai Kementerian  yang bertanggung jawab dalam tugas penyelenggaraan ini.

Hal penetapan jadwal tersebut merujuk pada Pasal 32 ayat (4) Permendagri No 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan. Berikut ketentuan jadwal sebagaimana tertuang dalam Pasal 32 tersebut.

No Tahap Penilaian Jadwal Keterangan
1 Lomba Desa dan Kel Tk Kecamatan Mg II – IV April 7.094 kec[1]
2 Lomba Desa dan Kel Tk Kabupaten Mg II – IV Mei 415 kab, 93 kota[2]
3 Lomba Desa dan Kel Tk Provinsi Mg II – IV Juni 34 Provinsi
4 Lomba Desa dan Kel Tk Regional Mg II – IV Juli 4 Wilayah
5 Temu Karya Nasional Mg II – IV Agustus Jakarta

Sebagaimana isi surat di atas, pelaksanaan Penilaian Pemaparan kandidat juara per wilayah dan sekaligus pemeringkatan juara lomba desa dan kelurahan dijadwalkan pada Agustus minggu ke-2 . Penetapan Juara Regional dijadwalkan pada minggu ke-3  oleh Tim EPDeskel. Selanjutnya dijadwalkan Temu Karya Nasional pada minggu ke-3 Agustus  di Jakarta.

Telah menjadi ketetapan Permendagri 81/2015, Pasal 33, disebutkan pada ayat (1) Juara lomba desa dan kelurahan pada Tingkat Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (3) diundang pada acara temu karya nasional di Ibukota Negara dan dapat diberikan penghargaan. Dan ayat (2), Juara lomba desa dan kelurahan pada Tingkat Regional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (4) diundang pada acara temu karya nasional di Ibukota Negara dan diberikan penghargaan. Ayat (3) Juara lomba desa dan kelurahan Tingkat Regional sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dijadikan lokasi Labsite di masing-masing regional.

Ditegaskan dalam Permendagri No 81/2014 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan, bahwa untuk mengetahui efektivitas, tingkat perkembangan desa dan kelurahan, kemajuan, kemandirian, keberlanjutan pembangunan, kesejahteraan masyarakat serta daya saing desa dan kelurahan melalui pembangunan Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, diperlukan evaluasi perkembangan desa dan kelurahan;

Dasar hukum pelaksanaan Lomba Desa sebelumnya adalah Permendagri No 13/2007 tentang Penyelenggaraan Perlombaan Desa dan Kelurahan. Kemudian peraturan ini diperbaharui dengan Permendagri No 81/2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan. Jadi ada pergeseran paradigma dalam penilaian lomba desa dan kelurahan.

Sejak tahun 2011 profil desa telah dijadikan indikator dalam penilaian lomba tersebut. Tanpa ada profil desa, peserta lomba langsung dinyatakan gugur. Dalam evaluasi perkembangan desa menurut Permendagri 81/2015, terdapat 3 kategori desa, yaitu : kurang berkembang, berkembang, cepat berkembang. Yang berhak mengikuti lomba hanya kategori berkembang dan cepat berkembang.

Sedikit beda prioritas penilaian dengan dulu yang menekankan pada aspek pemberdayaan masyarakat, dalam Permendagri 81/2015 lebih menekankan kemajuan di bidang penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan, kewilayahan dan kemasyarakatan. Mengapa penyelenggaraan pemerintahan menjadi prioritas ? Hal ini terkait dengan komitmen Pemerintah dalam upaya menghadirkan Negara di tengah masyarakat. Sebagaimana tertuang dalam Nawacita, bahwa agenda pertama Nawacita adalah : Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara. Sehingga kegiatan lomba merupakan salah satu bagian kegiatan evaluasi dan tidak perlu menjadi ajang untuk pameran. Ke depan kegiatan lomba harus lebih sederhana dan biasa-biasa saja.

Oleh karenanya, kalau mau juara, dokumen yang wajib muncul : RPJM Desa atau Dokumen Perencanaan lainnya bagi Kelurahan dan profil desa harus ada. Tentang profil desa, ada dua jenis yaitu online dan off line bagi di desa tidak terjangkau oleh jaringan.

Profil desa menjadi sangat penting karena semua perencanaan dan penilaian berangkat dari kelengkapan data. Bahkan di tahun ini profil desa ini akan menjadi prioritas nasional. Ditargetkan pada tahun ini nanti, 40% desa di seluruh Indonesia harus sudah bisa menyajikan profil desa secara online. Untuk mengetahui profil desa dan kelurahan di seluruh Indonesia, kita dapat mengaksesnya dan memantau perkembangan data desa dan kelurahan di portal : http://prodeskel.binapemdes.kemendagri.go.id/mpublik/

buat desa/kelurahan yang akan ikut Lomba Desa Tahun 2017, jangan lupa download Permendagri No. 81 Tahun 2015 beserta lampirannya disini :
Iklan

Satu pemikiran pada “Syarat Mutlak Desa/Kelurahan Yang Akan Mengikuti Lomba Desa & Kelurahan Tahun 2017

  1. Pak mau tanya ketika tim penilai pusat turun ke lapangan kira2 fokus ke lapangan apa bagaimana.. Soalnya kan segala administrasi dan profil desa sudah di koreksi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s